Resensi Kumcer “Nasihat-Nasihat Cinta”

August 8, 2009 at 8:13 am | Posted in RESENSI KUMCER Aniters | Leave a comment

buku adekJudul: NASIHAT-NASIHAT CINTA

Penulis: Adek Alwi

Penerbit: Kutubuku Sampurna, 2009

Harga: Rp 40.000,-

Angan-anganku untuk mendapatkan seorang pacar yang manis, lembut, dan tanpa harus melakukan tipuan-tipuan untuk memilikinya akhirnya tercapai juga. Padahal sebelumnya aku hampir dan bahkan mulai terjerumus melakukan tipuan-tipuan, seperti yang sering dinasihatkan sahabatku Darlis Caniago.
Tiap kali datang dan melihat aku duduk termangu-mangu Darlis Caniago memang selalu memberiku nasihat-nasihat. Kadang-kadang nasihatnya itu terasa berlebih-lebihan, tak masuk akal, atau amat gombal. Namun aku juga tak pernah mampu untuk tidak mendengarnya. Waktu itu aku berada pada posisi orang yang memerlukan nasihat, advis, saran, petunjuk, atau pun dorongan-dorongan moril. Karena sudah lama aku berangan-angan mendapatkan seorang gadis, namun sampai sejauh itu aku tetap saja sendiri. Padahal teman-temanku sudah sukses semua dalam masalah ini. Darlis sendiri bahkan telah belasan kali ganti-ganti pacar.
“Pacar itu ibarat pakaian,” ujarnya memberikan alasan, dan sekaligus menasihatiku. “Kita tak bisa memakai pakaian yang itu-itu terus selamanya.”
“Mengapa?”
“Mengapa? Ah, macam mana kau ini. Tentu karena membosankan. Malah bisa-bisa karena bau sebab terus-terusan dipakai!”
Aku diam. Aku ingat nasibku yang malang. Jangankan berganti-ganti pakaian seperti Darlis, ibaratnya selembar pakaian pun aku waktu itu tak punya.
“Tapi bagaimana kalau belum punya pakaian sama sekali, Lis?” akhirnya aku bertanya.
“Kalau belum punya sebiji pun? Ya berkerudung sarung sajalah kau!” jawabnya tertawa-tawa.
Alangkah sedih aku mendengar jawaban itu. Aku termenung lagi memikirkan nasibku yang tak beruntung. Aku memandang ke halaman, ke pohon-pohon, dan di sana kulihat kupu-kupu terbang dari bunga ke bunga berdua-duaan. Ah, sedangkan kupu-kupu pun pandai mencari pasangan! Lantas aku rasakan Darlis menepuk pundakku.
“Jangan langsung sedih begitu, ah!” katanya. “Aku tadi hanya bercanda. Guyon.”
Mau tidak mau aku kembali memperhatikan Darlis. Bagaimanapun memang tak pantas tersinggung hanya karena dia memberikan jawaban yang nyeleneh. Apalagi dia cuma bercanda.
“Tahu mengapa kau belum juga berhasil?” Darlis duduk melipat dan menggoyang-goyangkan kaki di hadapanku.
Apa? Mengapa? Baca cerita pendek Adek Alwi Nasihat Cinta, dalam buku NASIHAT-NASIHAT CINTA, yang memuat 20 cerpen remaja Adek Alwi lainnya.

Apa kata pembaca tentang karya Adek Alwi?

Menulis bagi Adek Alwi bukan hanya kegemaran, tetapi sekaligus candu. Selalu ada kerinduan mencurahkan isi hati dan pikiran dalam bentuk fiksi. Kekayaannya paling potensial adalah daya ingat yang meruang-waktu, mudah dikucurkan, merupakan inspirasi yang tak habis-habis. Pengalaman dan keterampilannya sebagai jurnalis telah menghasilkan aneka ragam tema dan gaya untuk pelbagai media massa. Hebatnya, sampai kini Adek Alwi menulis tak henti-henti, bermutu lagi. (Kurnia Effendi, penulis memoar Hee Ah Lee “The Four Fingered Pianist”)

Adek Alwi memiliki gaya bertutur yang khas. Pengalamannya sebagai penyair, membuat gaya bahasanya plastis dan jernih. Pengalamannya sebagai wartawan membuat pandangan dan wawasan berpikir dan imajinasinya sangat luas. Sementara, pengalamannya mengasuh majalah remaja Anita menyebabkan ia –tak dapat dipungkiri – memiliki gaya bertutur yang ringan, dan kadangkala kocak. Jelas, ia pun sangat memahami dunia remaja.
(Kurniawan Junaedhie, pengarang buku “Ensiklopedi Pers Indonesia”)

Soal cerita cinta remaja, Adek seperti ikan masuk sungai. Adek tidak hanya menari-nari di permukaan. Adek tahu persis semua makhluk penghuni sungai, tahu mana lubuk, mana arus, mana keruh dan bening, bahkan jerat bubu jala dan sekalian umpan pancing segala. Baca ‘Nasihat-nasihat Cinta Adek’, biar tahu mana ikan mana ‘ikan-ikanan’. Pernah lihat ikan yang nyaru jadi sampah daun kering? Tanya Adek, dia tahu mana cinta betulan dan mana cinta yang sampah. Salut, saya iri dengan kepiawaian Adek. (Saut Poltak Tambunan, pengarang novel “Bukan Salahmu, Ronald, Bukan Salahmu, Anakku”)

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: